Adsense 970x90

Adsense 970x90

Ada ‘Kantin Sehat’ di SDN 1 Banda Aceh

Banda Aceh – Belakangan ini banyak terjadi kasus keracunan makanan di sekolah-sekolah akibat jajanan. Untuk itu pemerintah melalui Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bekerjasama dengan sekolah-sekolah mengawasi makanan yang dijual agar memenuhi standart kesehatan yang aman.

Salah satu sekolah yang sudah merintis kerjasama itu adalah SDN 1 Kota Banda Aceh , sekolah yang beralamat di jalan Prof A. Majid Ibrahim. Kerjasama ini sebenarnya sudah diterapkan sejak tahun 2008, berkat kerjasama berbagai pihak sehingga program ini mengalami perbaikan pada tahun 2010 dan pada tahun 2012 mendapat penghargaan “Kantin Sehat” dengan level bintang I atau tingkat kota oleh Balai POM Kota Banda Aceh.

Saat ini sekolah sedang mempersiapkan diri untuk mencapai level II tingkat provinsi. Untuk mencapai level tersebut, persyaratan yang harus dipenuhi adalah mensosialisasikan makan sehat kepada orang-orang yang akan menitipkan atau menjual makanannya ke kantin sekolah.

Makanan dan minuman yang akan diterima terlebih dulu harus di tes dan diawasi oleh Balai POM mulai dari proses pembuatan sampai dengan bahan baku yang dipakai. Di samping memberikan sosialisasi tentang makanan dan minuman yang sehat, sekolah juga membuat selebaran yang dibagikan kepada murid.

Program ini didukung oleh Balai POM, Nestley dan Puskesmas. Di sekolah ini juga dibentuk dokter kecil yang dipilih dari siswa, mereka di latih oleh komite sekolah yang berlatar pendidikan kedokteran juga. Dewan guru juga diberi penyuluhan tentang kesehatan.

Jumlah dokter kecil ada 40 orang, di ambil dari murid kelas III hingga VI. Tiap kelas diambil lima orang. Tugas dokter kecil memberi penyuluhan kepada teman-teman sebaya. Jika ada anak-anak yang sakit ringan, maka dokter kecil yang mengambil tindakan pertama.

Di samping gokter kecil, sekolah juga punya tim UKS. Tim ini terdiri dari dokter kecil, dewan guru dan komite sekolah. Tim ini sendiri sudah mengikuti pelatihan di Balai POM.

Program ini mendapat respon positif dari para wali murid. Melalui musyawarah bersama Dewan Komite, maka timbullah ide atau gagasan wali murid untuk memberikan makanan dan minuman tambahan yang sehat yang diadakan tiap dua minggu sekali.

Biayanya ditanggung oleh wali murid secara bergilir di tiap-tiap lokal dari kelas I sampai dengan kelas VI. Makanan dan minuman yang disajikan sesuai dengan kemampuan wali murid. Sekolah tidak terlibat dalam penyajian makanan tambahan kecuali mengontrol saja.

Sekolah tentu saja mendukung penuh gagasan tersebut, sepanjang tidak menyalahi aturan. Kantin sehat yang diberi nama “Kantin Jujur” ini dimaksudkan anak-anak mengambil dan membayar makanan sendiri jajanan yang diambilnya. Petugas hanya mengawasi saja.

Dari keuntungan kantin yang dikelola sekolah, digunakan untuk membuat taman, membeli pupuk dan lain-lain. Fasilitas sarana dan prasarana kebersihat juga lengkap. Hampir di depan semua ruangan terdapat kran air untuk mencuci tangan plus tempat penampungan air agar tidak mengalir ke mana-mana.

Ditulis oleh:  Maslina
Jurnalis Warga Banda Aceh
Share:
PASANG-IKLAN---CHORDPOPROCK

Labels

Theme Support

iklan