Banda Aceh – Belakangan
ini banyak terjadi kasus keracunan makanan di sekolah-sekolah akibat
jajanan. Untuk itu pemerintah melalui Balai Pengawas Obat dan Makanan
(BPOM) bekerjasama dengan sekolah-sekolah mengawasi makanan yang dijual
agar memenuhi standart kesehatan yang aman.
Salah satu sekolah yang sudah merintis
kerjasama itu adalah SDN 1 Kota Banda Aceh , sekolah yang beralamat di
jalan Prof A. Majid Ibrahim. Kerjasama ini sebenarnya sudah diterapkan
sejak tahun 2008, berkat kerjasama berbagai pihak sehingga program ini
mengalami perbaikan pada tahun 2010 dan pada tahun 2012 mendapat
penghargaan “Kantin Sehat” dengan level bintang I atau tingkat kota oleh
Balai POM Kota Banda Aceh.
Saat ini sekolah sedang mempersiapkan
diri untuk mencapai level II tingkat provinsi. Untuk mencapai level
tersebut, persyaratan yang harus dipenuhi adalah mensosialisasikan makan
sehat kepada orang-orang yang akan menitipkan atau menjual makanannya
ke kantin sekolah.
Program ini didukung oleh Balai POM, Nestley
dan Puskesmas. Di sekolah ini juga dibentuk dokter kecil yang dipilih
dari siswa, mereka di latih oleh komite sekolah yang berlatar pendidikan
kedokteran juga. Dewan guru juga diberi penyuluhan tentang kesehatan.
Jumlah dokter kecil ada 40 orang, di
ambil dari murid kelas III hingga VI. Tiap kelas diambil lima orang.
Tugas dokter kecil memberi penyuluhan kepada teman-teman sebaya. Jika
ada anak-anak yang sakit ringan, maka dokter kecil yang mengambil
tindakan pertama.
Di samping gokter kecil, sekolah juga
punya tim UKS. Tim ini terdiri dari dokter kecil, dewan guru dan komite
sekolah. Tim ini sendiri sudah mengikuti pelatihan di Balai POM.
Program ini mendapat respon positif dari
para wali murid. Melalui musyawarah bersama Dewan Komite, maka
timbullah ide atau gagasan wali murid untuk memberikan makanan dan
minuman tambahan yang sehat yang diadakan tiap dua minggu sekali.
Biayanya ditanggung oleh wali murid
secara bergilir di tiap-tiap lokal dari kelas I sampai dengan kelas VI.
Makanan dan minuman yang disajikan sesuai dengan kemampuan wali murid.
Sekolah tidak terlibat dalam penyajian makanan tambahan kecuali
mengontrol saja.
Sekolah tentu saja mendukung penuh
gagasan tersebut, sepanjang tidak menyalahi aturan. Kantin sehat yang
diberi nama “Kantin Jujur” ini dimaksudkan anak-anak mengambil dan
membayar makanan sendiri jajanan yang diambilnya. Petugas hanya
mengawasi saja.
Dari keuntungan kantin yang dikelola
sekolah, digunakan untuk membuat taman, membeli pupuk dan lain-lain.
Fasilitas sarana dan prasarana kebersihat juga lengkap. Hampir di depan
semua ruangan terdapat kran air untuk mencuci tangan plus tempat
penampungan air agar tidak mengalir ke mana-mana.
Ditulis oleh: Maslina
Jurnalis Warga Banda Aceh





