Adsense 970x90

Adsense 970x90

» Saatnya Membangun Aceh demi Masyarakat

Masa konflik yang berkepanjangan, ditambah lagi bencana gempa dan tsunami, yang telah menghabiskan sebagian besar penduduk Aceh.

KPK Gelar Workshop Citizen Journalism “Berani Lawan Korupsi”

Acara tersebut dalam rangka pengenalan Kanal KPK, sebuah media streaming TV dan Radio milik KPK yang dapat diakses di http://kanal.kpk.go.id.

IKAN Sambangi Kantor Camat Montasik

Ikatan Keluarga Anti Narkoba (IKAN) Aceh Besar berkunjung ke Kecamatan Montasik pada tanggal 8September 2015.

PPID Kota Banda Aceh Lounching Aplikasi PPID

Aplikasi layanan informasi berbasis IT Aplikasi ini sangat mempermudah masyarakat mengakses informasi dari pemerintahan kota Banda Aceh.

Kapolsek Baiturrahman Terima IKAN

Laporan bisa ke polisian, BNN, rumah sakit ataupun lembaga terkait. Yang mana hal tersebut telah dituangkan dalam undang undang No35 thn 2009 ps 54 yaitu tentang pengguna narkoba wajib di rehab secara medis maupun sosial.

Tegakkan Kembali Musyawarah


Sepertinya kita harus menegakkan kembali budaya musyawarah mufakat, dalam setiap mengambil kebijakan.

Sehingga, semua unsur terlibat dan tidak ada lagi yang ditinggalkan dan merasa kecewa serta mendapatkan hasil yang memuaskan, sehingga tidak lagi terjadi konplen disana sini, seperti yang banyak terjadi selama ini.

Orang tua, tetap menjadi pedoman dan orang yang paling utama dalam kita bermusyawarah, sehingga budaya adat leluhur kita untuk menghormati orang yang lebih tua sebagai panutan akan tetap terjaga terus.
Share:

Saatnya Membangun Aceh demi Masyarakat

Sudah saatnya Aceh bersatu dan berbenah. Jangan lagi bicara atas nama kepentingan elit politik, tapi bicaralah atas nama masyarakat Aceh yang sudah sangat merindukan kedamaian dan kejayaan Aceh agar bisa bangkit kembali.

Masa konflik yang berkepanjangan, ditambah lagi bencana gempa dan tsunami, yang telah menghabiskan sebagian besar penduduk Aceh.

Hendaknya hal ini dapat dijadikan renungan buat kita semua, khususnya para pejabat, baik eksekutif maupun legislatif, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, para elit politik, baik parlok maupun parnas, agar bisa mengisi perdamaian ini dengan hal hal yang sifatnya membangun.

Begitu juga kepada para mantan kombatan. Kita harus menyatukan visi misi, agar searah dan tidak terpisah pisah. Kepada masyarakat sipil, dihimbau agar jangan mudah terpropokasi oleh pihak pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab, yang tidak menginginkan kondisi Aceh dalam keadaan damai.

Sebaiknya, jika tidak mengetahui sesuatu dan tidak bisa melakukan sesuatu, lebih baik diam dan berdo'a, agar Aceh selalu dalam kondisi yang damai.

Dan kepada elit politik, kami harapkan agar dapat bersaing secara sehat, agar masyarakat dapat memberikan dukungan secara sehat pula. Berikan contoh yang terbaik kepada masyarakat secara utuh, tanpa ada rekayasa, yang sifatnya hanya untuk mengelabui masyarakat dalam sesaat saja.

Jika ini semua dapat dilaksanakan dengan baik oleh kita semua, niscaya Aceh dapat meraih kembali masa kejayaannya. Demikian himbauan ini, semoga bermanfaat dan jadi renungan kita semua.

Karena Aceh sangat merindukan Sosok Pemimpin yang arif dan bijaksana dan dekat dengat rakyatnya tanpa ada jurang pemisah, sesuai dengan uu syariah Islam yang kita junjung tinggi.

Akhir kata marilah kita semua, seluruh masyarakat Aceh, memanjatkan do'a, agar Allah swt memberikan jalan keluar yang terbaik bagi bangsa Aceh, amiin ya rabbal 'alamiin.

Minggu 20 Maret 2016



Maslina,SE
Share:

Maulid Gampong Pande

Ibu-ibu Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, pada Sabtu 19 Maret 2016 menggelar acara maulid yang diadakan di Meuligoe Gampong Pande yang dihadiri oleh perwakilan ibu-ibu dari lima gampong.

Dalam acara tersebut, Bu Aisyah menjadi protokol dan pembacaan Al-qur'an oleh ananda Siska Wulandari. Kemudian dilanjutkan dengan salawat badar.

Sebelum masuk ke acara utama, Ibu Keucik Gampong Pande, Nurjannah memberikan kata kata sambutan.

Acara terakhir di isi dengan ceramah oleh ustaz Husni, dengan tema " Peran Ibu Dalam Mendidik Anak" ditutup dengan do'a.
Share:

KPK Gelar Workshop Citizen Journalism “Berani Lawan Korupsi” di Banda Aceh

Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Workshop Citizen Journalism (Jurnalisme Warga) “Berani Lawan Korupsi” di Aula Gedung RRI Banda Aceh, Rabu (30/9/2015) dihadiri oleh mayoritas kaum muda, pelajar dan mahasiswa serta komunitas.

Acara tersebut dalam rangka pengenalan Kanal KPK, sebuah media streaming TV dan Radio milik KPK yang dapat diakses di http://kanal.kpk.go.id.

Menurut Adnan Pandu Praja selaku pimpinan KPK, output yang ingin dicapai dari workshop ini adalah meningkatkan peran komunitas di Banda Aceh dalam gerakan pemberantasan korupsi melalui jurnalisme warga, produknya akan digunakan sebagai materi partisipasi masyarakat di Kanal KPK.

Dalam sambutannya, ia juga mengatakan hingga saat ini KPK tetap terjaga netralitasnya karena dikelilingi oleh banyak media. “Bukan WTS alias wartawan tanpa surat kabar ya, tapi benar-benar wartawan yang profesional sehingga semua pegawai KPK termasuk pimpinan tidak bisa ‘bermain’ kasus,” ungkapnya.

Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE, yang pada kesempatan itu diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setdako Banda Aceh M Nurdin SSos, mengucapkan selamat datang kepada Pimpinan KPK yang akrab disapa APP tersebut.

“Semoga kedatangan bapak menjadi motivasi tersendiri bagi kami untuk lebih tegas dan berkomitmen terhadap berbagai aktivitas pemberantasan korupsi dan menciptakan Kota Banda Aceh yang adil dan sejahtera,” sebut Illiza dalam sambutan tertulisnya.

Ia menambahkan, pembangunan yang bersih dan bebas korupsi merupakan salah satu faktor penting bagi pencapaian visi Kota Banda Aceh sebagai Model Kota Madani.

“Untuk itu kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada KPK RI atas pelaksanaan Workshop Jurnalisme Warga ini yang nantinya dapat menjadi salah satu sarana atau fasilitas penyampaian dan pelaporan langsung dari masyarakat khususnya untuk mewujudkan pembangunan yang bebas korupsi.” ujarnya.

Panitia juga menghadirkan Lexy Rambadetta, seorang praktisi video jurnalis yang mengupas prinsip dan dasar serta teknik citizen journalism, termasuk hubungannya dengan gerakan anti korupsi.

Menurut Lexy, citizen journalism merupakan kegiatan jurnalistik yang dilakukan oleh warga, dan berfungsi antara lain untuk menyampaikan informasi publik yang penting, mengawasi kinerja pemerintah, dan mendorong perubahan. Menurutnya, salah satu unsur jurnalisme warga adalah itikad baik.

“Citizen journalism sejak November 2014 telah diakui oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dalam konggres di Bukittinggi. Dan kini telah diakui pula oleh KPK melalui kanal.kpk.go.id,” katanya lagi. [lintasnasional]
Share:
PASANG-IKLAN---CHORDPOPROCK

Labels

Theme Support

iklan