Sudah saatnya Aceh bersatu dan berbenah. Jangan lagi bicara atas nama kepentingan elit politik, tapi bicaralah atas nama masyarakat Aceh yang sudah sangat merindukan kedamaian dan kejayaan Aceh agar bisa bangkit kembali.
Masa konflik yang berkepanjangan, ditambah lagi bencana gempa dan tsunami, yang telah menghabiskan sebagian besar penduduk Aceh.
Hendaknya hal ini dapat dijadikan renungan buat kita semua, khususnya para pejabat, baik eksekutif maupun legislatif, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, para elit politik, baik parlok maupun parnas, agar bisa mengisi perdamaian ini dengan hal hal yang sifatnya membangun.
Begitu juga kepada para mantan kombatan. Kita harus menyatukan visi misi, agar searah dan tidak terpisah pisah. Kepada masyarakat sipil, dihimbau agar jangan mudah terpropokasi oleh pihak pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab, yang tidak menginginkan kondisi Aceh dalam keadaan damai.
Sebaiknya, jika tidak mengetahui sesuatu dan tidak bisa melakukan sesuatu, lebih baik diam dan berdo'a, agar Aceh selalu dalam kondisi yang damai.
Dan kepada elit politik, kami harapkan agar dapat bersaing secara sehat, agar masyarakat dapat memberikan dukungan secara sehat pula. Berikan contoh yang terbaik kepada masyarakat secara utuh, tanpa ada rekayasa, yang sifatnya hanya untuk mengelabui masyarakat dalam sesaat saja.
Jika ini semua dapat dilaksanakan dengan baik oleh kita semua, niscaya Aceh dapat meraih kembali masa kejayaannya. Demikian himbauan ini, semoga bermanfaat dan jadi renungan kita semua.
Karena Aceh sangat merindukan Sosok Pemimpin yang arif dan bijaksana dan dekat dengat rakyatnya tanpa ada jurang pemisah, sesuai dengan uu syariah Islam yang kita junjung tinggi.
Akhir kata marilah kita semua, seluruh masyarakat Aceh, memanjatkan do'a, agar Allah swt memberikan jalan keluar yang terbaik bagi bangsa Aceh, amiin ya rabbal 'alamiin.
Minggu 20 Maret 2016
Maslina,SE
Masa konflik yang berkepanjangan, ditambah lagi bencana gempa dan tsunami, yang telah menghabiskan sebagian besar penduduk Aceh.
Hendaknya hal ini dapat dijadikan renungan buat kita semua, khususnya para pejabat, baik eksekutif maupun legislatif, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, para elit politik, baik parlok maupun parnas, agar bisa mengisi perdamaian ini dengan hal hal yang sifatnya membangun.
Begitu juga kepada para mantan kombatan. Kita harus menyatukan visi misi, agar searah dan tidak terpisah pisah. Kepada masyarakat sipil, dihimbau agar jangan mudah terpropokasi oleh pihak pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab, yang tidak menginginkan kondisi Aceh dalam keadaan damai.
Sebaiknya, jika tidak mengetahui sesuatu dan tidak bisa melakukan sesuatu, lebih baik diam dan berdo'a, agar Aceh selalu dalam kondisi yang damai.
Dan kepada elit politik, kami harapkan agar dapat bersaing secara sehat, agar masyarakat dapat memberikan dukungan secara sehat pula. Berikan contoh yang terbaik kepada masyarakat secara utuh, tanpa ada rekayasa, yang sifatnya hanya untuk mengelabui masyarakat dalam sesaat saja.
Jika ini semua dapat dilaksanakan dengan baik oleh kita semua, niscaya Aceh dapat meraih kembali masa kejayaannya. Demikian himbauan ini, semoga bermanfaat dan jadi renungan kita semua.
Karena Aceh sangat merindukan Sosok Pemimpin yang arif dan bijaksana dan dekat dengat rakyatnya tanpa ada jurang pemisah, sesuai dengan uu syariah Islam yang kita junjung tinggi.
Akhir kata marilah kita semua, seluruh masyarakat Aceh, memanjatkan do'a, agar Allah swt memberikan jalan keluar yang terbaik bagi bangsa Aceh, amiin ya rabbal 'alamiin.
Minggu 20 Maret 2016
Maslina,SE






